Mau Bisnis Kontrakan, Baca Tips Ini Sebelum Merugi


Bisnis ini bisa menjadi sumber pendapatan pasif hingga hari tua, lho.

Rumah kontrakan menjadi bisnis yang menggiurkan bagi orang yang tinggal di kota besar. Meskipun butuh modal tak sedikit, bisnis kontrakan bisa menjadi passive income yang bisa diandalkan hingga masa tua kelak.

Memiliki tanah kosong, tak sedikit orang ingin segera mengolahnya menjadi rumah kontrakan supaya tak kebingungan dan menikmati masa pension dengan tenang. Dengan harga relatif murah, karyawan baru, mahasiswa, atau pasangan muda bisa menjadi calon penghuni.

Tapi jangan senang dulu. Untuk memulai bisnis kontrakan ini memang butuh modal besar. Tak semua orang bisa mewujudkannya.

Dilansir dari CekAja, Senin 30 Oktober 2017, sebelum membuat bisnis kontrakan, carilah lokasi strategis terlebih dahulu supaya bisnisnya laris manis. Jangan terburu-buru menentukan lokasi karena akan sangat terpengaruh terhadap harga jual beli tanah dan harga sewanya kelak. Lokasi yang kurang strategis bisa memicu sepinya peminat.

Nah, lokasi yang tepat untuk bisnis kontrakan ini adalah daerah perkantoran, wilayah industri, dan kampus. Harga tanahnya memang mahal, tapi nantinya kontrakan tidak sepi peminat dan pemasukan akan lancar.

Setelah menentukan lokasi, siapkanlah modal yang jumlahnya memang tak sedikit. Jika punya warisan berupa rumah, rumah ini bisa dikembangkan menjadi kontrakan. Tapi, tetap saja memerlukan modal untuk merenovasi. Jika tak cukup modal, tak ada salah mengajukan pembiayaan ke bank.

Lalu, tentukan harga sewa yang sesuai. Jangan sembarangan menentukan harga sewa. Carilah informasi terlebih dahulu tentang harga rata-rata sewa properti di kawasan yang dipilih. Misalnya sewa rumah di Jakarta Timur akan berbeda dengan di Jakarta Pusat. Tujuannya agar bisa menentukan harga sewa yang kompetitif. Kalau terlalu mahal, penyewa akan enggan. Tapi, jangan juga membuat harga rumah kontrakan murah dan terlalu rendah.